Dibalik lahirnya “Smoke On the Water”

Di post pertama ini, saya akan coba mengupas sedikit tentang salah satu lagu rock terbaik sepanjang masa, “Smoke On the Water”.

Lagu ini lahir dari rahim band rock besar Deep Purple yang formasinya terdiri dari Ian Gillan (Vocal), Ritchie Blackmore (Guitar), Jon Lord (Keyboard/hammond, Backing Vocal), Roger Glover (Bass), dan Ian Paice (Drums), ini adalah line-up mereka yang dilabeli dengan Mark II, disebut juga sebagai Classic Line-Up dan merupakan formasi terbaik Deep Purple.

Deep Purple dibentuk pada tahun 1968 di Hertford, Inggris. Mereka diklaim sebagai salah satu dari jajaran band pelopor genre Heavy Metal dan Modern Hard Rock dunia. Band yang termasuk dalam daftar Guinnes Book of World Records sebagai “Band Terbising Sejagat” ini sering disandingkan dengan raksasa rock lain seperti Led Zeppelin & Black Sabbath.

Lagu-lagu mereka seperti Strange Kind of a Woman, Child in Time, Burn, Highway Star, dan Hush menjadi tembang wajib bagi para pencinta musik rock seantero jagat.

Kali ini, saya akan mencoba berbagi apa yang saya tahu tentang lahirnya lagu Smoke On the Water, mohon koreksi para senior kalo ada yang kurang pas dan tidak pada seharusnya, hehe..

The Casino

4 Desember 1971, Deep Purple sedang berada di Montreux, Switzerland, mereka disana untuk memenuhi agenda rekaman album di Montreux Casino. Sang road manager menyarankan untuk tidak dulu memasang set rekaman, karena sebelum mereka, area tersebut akan digunakan oleh Frank Zappa and The Mothers of Invention untuk konser, “oh tentu” kata Ian Gillan.

Di salah satu area, casino’s theater, konser Frank Zappa berlangsung, ketika Don Preston memulai solo nya dalam lagu “King Kong”, salah satu penonton menembakkan pistol suar kearah atas dan memicu kebakaran, kejadian ini diabadikan dalam lirik Smoke On the Water: “some stupid with a flare gun”. Suasana panik melanda area kebakaran di Montreux Casino.

Claude Nobs, direktur Montreux Jazz Festival, berjibaku dalam menolong audiens dan para korban, bahkan dia menyelamatkan Ibu dari salah satu manager Monterux Casino yang sedang memasak. Seketika Frank Zappa menghentikan konsernya dan menggunakan gitarnya untuk memecahkan jendela besar dalam ruangan agar bisa keluar.

The Casino luluh lantak tak bersisa.

Monterux Casino dibangun pada tahun 1881, dan mengalami beberapa modifikasi pada tahun 1903. Sepanjang abad ke 20, bangunan ini menjadi situs populer sebagai tempat diadakannya pertunjukan musik orkestra simfoni yang dibawakan oleh konduktor-konduktor orkestra terkenal. Baru pada awal 1960, para musisi jazz, blues, dan rock mulai tampil di Montreux Casino. Musisi seperti Keith Jarret, Jack DeJohnette, Bill Evans, Nina Simone, Jan Garbarek, dan Ella Fitzgerald pernah ‘menguasai’ panggung disana.

Transformasi Grand Hotel menjadi Mobile Recording Studio

Dengan terpaksa, Nobs memindahkan Deep Purple ke The Pavilion untuk memulai rekaman, tidak berlangsung lama, proses rekaman harus dihentikan polisi setempat karena menganggu ketenangan publik.

Claude Nobs merupakan sosok tak terlupakan bagi Deep Purple, sampai-sampai disebut sebagai ‘The Funky Claude’ dalam lirik Smoke On the Water.

“Funky Claude was running in and out.. Pulling kids out the ground”

Setelah seminggu mencari tempat layak untuk rekaman, mereka memutuskan untuk menyewa Montreux Grand Hotel dan menyulapnya menjadi studio rekaman, tragedi kebakaran di Montreux Casino menjadi satu-satunya pemicu lahirnya lagu rock terbaik sepanjang masa, “Smoke on the Water”.

Greatest Song of All Time

Roger Glover memberi judul “Smoke On the Water” karena terinspirasi dari kejadian di Montreaux Casino yang berlokasi dekat dengan Lake Geneva, api menjalar dari bangunan menuju Lake Geneva. Dan itu, mereka (Deep Purple) saksikan dari hotel dimana mereka menginap. “It was probably the biggest fire I’d ever seen up to that point and probably ever seen in my life” kata Roger Glover.

Menjadi salah satu lagu andalan dalam album Machine Head yang dirilis tahun 1972, “Smoke on the Water” menduduki peringkat 434 dalam list The 500 Greatest Songs of All Time versi Majalah Rolling Stones, peringkat 4 dalam list Greatest Guitar Riffs Ever versi Total Guitar Magazine, dan pada Maret 2005, Q Magazine menempatkan “Smoke on the Water” pada peringkat 12 dalam list The 100 Greatest Guitar Tracks.

Dalam scale blues 4 not di G minor, Ritchie Blackmore menciptakan riff yang hingga hari ini, intro gitar “Smoke On the Water” menjadi riff ‘wajib’ bagi gitaris amatir sampai sekaliber John Petrucci sekalipun.

(Ry)

Moral of the story (at least to my self):

Just keep going.. Everything happens for a reason..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s